Headlines News :

About Me

Foto Saya
Raid Indra Wendi
kerinci, riau, Indonesia
Saya hanya blog pemula dan masih belajar
Lihat profil lengkapku

Visitors

Flag Counter

Tampilkan postingan dengan label Firman Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firman Tuhan. Tampilkan semua postingan

Jangan Takut - Firman Tuhan

Saudaraku yang terkasih di dalam Keluarga Kasih Kristus, apabila kita berfokus kepada suatu keadaan, kita akan dapat menemukan berbagai alasan untuk mengalami rasa takut. Kita mungkin akan kuatir kehilangan pekerjaan, kuatir akan masa depan, kuatir akan kehilangan pendamping, kuatir akan hubungan dengan sesama yang tidak menjadi baik, kuatir akan keuangan, dan masih banyak lagi kekuatiran-kekuatiran yang akan membuat kita menjadi takut.

Namun, haruskah kita sebagai anak-anak Tuhan yang menaruh Iman Percaya kepada-NYA membiarkan diri kita dikendalikan oleh rasa takut..?? Jawabannya pastilah " TIDAK "..!! Rasa kuatir itu bisa saja muncul dalam kehidupan setiap kita, tetapi anda dan saya harus tetap percaya kepada Tuhan yang berdaulat atas hidup kita, dan bukan kepada situasi dan kondisi yang akan membuat kita menjadi takut.

" Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. "
( YESAYA 41 : 10 )

Ketika kita hanya berkutat dengan suatu masalah, maka kita akan kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Untuk itu kita harus memilih untuk memikirkan tentang Kedaulatan Tuhan atas segala hal di dalam kehidupan yang kita jalani. Meskipun kehidupan tidak berjalan sesuai yang kita rencanakan, akan tetapi tidak ada sesuatu pun yang akan terjadi di luar kendali-NYA. Itulah jaminan Tuhan berkata dalam Firman-NYA kepada setiap kita : Janganlah bimbang dan Janganlah takut, karena DIA yang akan meneguhkan kita dalam menyelesaikan suatu pergumulan hidup dan membawa kita dalam sebuah kemenangan.

" Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. "
( AMSAL 3 : 5-6 )


Janganlah kita berfokus kepada keadaan yang kita alami sekarang, karena itu hanya akan membuat kita menemukan berbagai alasan untuk takut. Itu bukanlah kehendak Tuhan bagi umat-NYA. Kita harus memiliki hubungan dengan Tuhan yang akan menghilangkan segala ketakutan, dengan tetap memegang Janji Tuhan dalam Firman-NYA yang memberikan pertolongan atas pergumulan kehidupan yang sedang kita hadapi.

Apapun yang terjadi, Bapa Sorgawi memegang kendali sepenuhnya atas kehidupan kita. DIA dapat memakai segala situasi untuk diubah-NYA menjadi berkat yang melimpah kemenangan dalam kehidupan setiap kita. Dan Tuhan selalu berkata kepada kita : " JANGAN TAKUT ". Amin.

" Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. "
( ROMA 8 : 28 )


Selamat mengganti rasa takut dengan menaruh Iman dan pengharapan kepada Tuhan.

Pilihlah Jalan Keluarnya - Firman Tuhan

Seringkali ketika saya membaca di majalah atau koran atau bahkan acara TV tentang kisah hidup orang yang terjerat dosa, misalnya seperti: seseorang yang menjadi pelacur, menjadi pencuri, dll. Jika ditanya kenapa mereka melakukan itu atau menjadi seperti itu? Jawaban mereka hampir selalu seragam, "Terpaksa, karena tuntutan ekonomi."

Sama seperti anak-anak yang mencontek di saat ulangan, dalam hati mereka tahu itu salah tapi apa daya mereka tidak belajar tapi juga tak mau hasil ulangannya jelek.



Sahabat..., kita memang seringkali berada di ujung tanduk karena dihadang oleh sebuah masalah dalam hidup. Seringkali juga kita berpikir untuk menuntaskannya dengan cara menempuh jalan yang mudah namun "salah". Pernahkah anda berpikir bahwa Allah tidak akan mencobai anda melebihi kemampuan saudara?? Ya, ekonomi keluarga anda mendesak, tapi bukan harus menjadi pencuri? ya, anda takut dapat ulangan buruk, tapi bukan berarti harus mecontek?

1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Ketika anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan hal-hal salah, carilah jalan keluar dari Tuhan, sebab Ia mau menuntun kita... Ia yang memberikan ijin agar kita dicobai, Ia jugalah yang memegang kunci menuju jalan yang benar yang seharusnya kita lalui. Hanya, apakah kita mau mencarinya dari Tuhan? meminta kepada-Nya? berkomunikasi dengan-Nya, mendiskusikan jalan keluar dengan-Nya?

Sahabat.., Ia adalah Allah yang maha mengasihi, Ia tidak akan meninggalkan kita dalam masalah. Malah seringkali justru kitalah yang menjauh bahkan meninggalkan-Nya.

Filipi 4:13
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

DALAM KESUSAHAN, BERTAHANLAH... KARENA IA TELAH MENYEDIAKAN JALAN KELUARNYA

Firman Tuhan Tentang : Racangan Tuhan VS Rancangan Manusia

“Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” ” 1 Korintus 2:9



Manusia boleh merancangkan segala sesuatu dalam hidupnya. Tuhan memberikan kita akal dan pikiran untuk digunakan memecahkan masalah dan mengantisipasi segala masalah yang akan timbul. Kita dapat merencanakan segala hal yang akan kita jalani di depan kita. Dan seringkali kita berharap bahwa apa yang kita rencanakan dapat berjalan dengan sempurna.

Sebagai umat Tuhan, kita harus sadari juga bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28). Oleh karena itu apapun yang terjadi setelah kita merencanakan segala sesuatu, patut kita syukuri. Entah hal itu baik ataupun buruk, kita harus tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena Dia pasti memberikan yang terbaik bagi kita.

Segala hal yang terjadi dalam hidup kita merupakan bagian dari proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Proses itu akan membuat hidup kita menjadi lebih dekat lagi dengan Tuhan, membuat kita lebih lagi mengandalkan Tuhan, membuat kita lebih lagi berserah kepadaNya.

Tidak jarang juga apa yang kita rencanakan tidak berjalan seperti yang kita kehendaki. Bahkan bisa juga semuanya berubah menjadi kebalikannya. Hal-hal yang tidak kita inginkan bisa terjadi. Dan tentunya hal ini sangat mengecewakan bagi kita.

“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Amsal 19:21

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55:8-9

Manusia boleh berencana, tetapi Tuhanlah yang memutuskan. Bahkan kita bisa membuat rencana 1, rencana 2, plan A, plan B, dan seterusnya. Tetapi pada akhirnya kita harus menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan.

Hal ini bukan berarti kita tidak perlu merencanakan segala sesuatu dengan baik. Tuhan tetap menginginkan agar umatNya tetap memaksimalkan akal dan pikirannya untuk merencanakan segala sesuatu dalam hidupnya dengan baik.

“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.” Amsal 15:22

“Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.” Amsal 20:18

“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” Amsal 21:5


Setelah menyiapkan segala rencana, kita tinggal menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan dan mulai melangkah dengan iman. Di situ kita akan melihat bahwa Tuhan sanggup mencurahkan kuasaNya untuk memberikan apa yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Tuhan sanggup memberikan apa yang kelihatan mustahil bagi kita. Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Di saat kita benar-benar mengandalkan kuasa Tuhan, kita akan melihat hal-hal yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Kita akan tercengang melihat kebesaran dan kemurahan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita. Apa yang tidak pernah timbul dalam hati kita, itu yang Dia berikan bagi kita.

Oleh karena itu jangan kuatir akan apa yang ada di masa depan kita dan apa yang akan kita hadapi dalam hidup kita. Tuhan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita yang senantiasa mengasihi Dia.

Hal-hal buruk boleh terjadi, tetapi di balik semuanya itu Tuhan telah menyediakan hal yang terbaik bagi hidup kita. Tuhan akan memberikan kelepasan dan kemenangan bagi hidup kita. Mujizat pasti terjadi. Haleluya!

Arti Penting Dari Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus Bagi Umat Kristiani

Semua agama, kecuali 4 agama besar, berdasar kepada filsafat. Dari 4 agama besar yang berdasar kepada kepribadian pendirinya, hanya agama Kristen yang menyatakan kubur kosong bagi pendirinya.


Tanpa kebangkitan, iman Kristen tidak mungkin muncul. Murid-murid-Nya hanyalah simbol kekalahan dan kehancuran. Mungkin mereka akan mengingat Yesus sebagai guru terkasih mereka, dan penyaliban hanya akan melenyapkan harapan akan mesias. Salib akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir karir Yesus.
Kekristenan mula-mula sangat bergantung kepada kepercayaan murid-murid-Nya bahwa Tuhan telah membangkitkan Yesus dari kematian.



Jika ditanya mengapa kebangkitan Yesus Kristus disebut sebagai bukti diri-Nya adalah Anak Allah?
Jawabnya:

1.  Dia bangkit dengan kuasa-Nya sendiri. Dia mempunyai kuasa untuk memberikan nyawa-Nya dan untuk mengambilnya kembali (Yohanes 10:18). Ini tidak bertentangan dengan pasal lain yang menyatakan Yesus dibangkitkan oleh kuasa Bapa, karena Bapa dan Anak bekerja bersama-sama, seperti halnya penciptaan, tiga pribadi Allah, yaitu: Bapa, Anak dan Roh Kudus bekerja sama secara harmonis.

2. Secara jelas Yesus telah menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah, kebangkitan-Nya dari kematian merupakan materai/persetujuan dari Allah Bapa akan kebenaran pernyataan-Nya. Jika Allah tidak menyetujui pernyataan Yesus sebagai Anak Allah, maka Allah tidak akan membangkitkan Yesus dari kematian.
Kenyataannya Allah membangkitkan Yesus dari kematian, seolah Allah Bapa mengatakan: "Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku menegaskan sejelas-jelasnya."

Khotbah Petrus saat hari Pentakosta juga berdasar kepada Kebangkitan Kristus (Kisah Para Rasul 2:14-40). Tidak sekedar tema khotbah, tetapi menekankan pentingnya kebangkitan. Kalau ajaran kebangkitan dihilangkan, maka semua ajaran kekristenan akan hilang.

Kebangkitan merupakan:
1. Penjelasan kematian Yesus
2. Penggenapan nubuat dalam Perjanjian Lama tentang Mesias
3. Sumber kesaksian murid-murid
4. Alasan pencurahan Roh Kudus
5. Menegaskan posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja.

Tanpa kebangkitan, posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja tidak akan terjelaskan.
Tanpa kebangkitan, pencurahan Roh Kudus akan meninggalkan misteri yang tidak dapat dijelaskan.
Tanpa kebangkitan, sumber kesaksian murid-murid hilang.

Kebangkitan adalah penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang akan bangkit di dalam Mazmur 16:10, 'tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.'

Jelaslah bahwa khotbah pertama kekristenan berdasar kepada Yesus yang telah bangkit.

Perjanjian Baru bergaung kepada  fakta Kebangkitan Yesus. Injil-injil mencatat  pernyataan Yesus bahwa Ia akan dikhianati, dibunuh dan bangkit lagi. Mereka menyaksikan  bahwa kubur telah kosong dan Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya seperti yang telah dikatakan-Nya.

Kisah Para Rasul mencatat Kebangkitan Kristus sebagai fakta dan membuatnya menjadi pusat pengajaran.

Surat-surat dalam Perjanjian Baru dan Kitab Wahyu menjadi tak berarti tanpa kebangkitan Yesus.

Kebangkitan diterima baik oleh:
- Keempat Injil yang terpisah
- Sejarah kekristenan mula-mula (Kisah Para Rasul)
- Surat-surat: Paulus, Petrus, Yohanes, Yudas, dan Surat Ibrani.

Ada banyak kesaksian yang dapat dipercaya. Dan karena Perjanjian Baru adalah kesaksian sejarah yang dapat dipercaya, maka Kebangkitan Kristus adalah fakta obyektif yang dapat dipercaya.

Sejak awal, kekristenan mula-mula secara bersama-sama memberikan kesaksian mengenai kebangkitan Kristus. Ini merupakan dasar pengajaran dan iman gereja dan telah masuk ke dalam literatur Perjanjian Baru. Jika semua pasal yang berhubungan dengan Kebangkitan dihilangkan, maka akan didapatkan Perjanjian Baru yang kacau, yang tidak dapat dijelaskan. Kebangkitan secara kuat masuk ke dalam kehidupan orang Kristen mula-mula. Ini muncul dalam kubur, lukisan-lukisan dinding, muncul dalam himne, dan menjadi tema yang kuat dalam penulisan-penulisan pembelaan iman Kristen pada empat abad pertama.

Jika kebangkitan bukan peristiwa sejarah, maka kuasa kematian tetap tidak dikalahkan; Kematian Kristus menjadi tidak ada artinya, dan umat yang percaya kepada-Nya tetap mati dalam dosa. Keadaannya akan tidak berbeda dengan sebelum mendengar nama-Nya.

Sulit untuk menggambarkan  depresi yang hebat akibat penyaliban Yesus yang  dialami para murid. Mereka tidak memiliki konsep bahwa kebangkitan lebih berarti daripada kematian. Mereka berpikir bahwa Mesias akan memerintah selamanya (Yohanes 12:34). Tanpa percaya kepada kebangkitan Yesus, tidak mungkin para murid percaya kepada Yesus yang hanya mati saja.

Kebangkitan mengubah bencana menjadi kemenangan. Karena Tuhan telah membangkitkan Yesus, maka Yesus secara tegas dinyatakan sebagai Mesias.  Dengan demikian makna penyaliban, oleh karena kebangkitan, kematian yang memalukan itu berubah menjadi kematian yang berperan dalam penyelamatan umat manusia.

Tanpa kebangkitan, maka kematian Yesus hanyalah kutukan Tuhan, tetapi dengan kebangkitan, maka kematian Yesus sekarang dilihat sebagai suatu peristiwa dimana pengampunan dosa umat manusia sudah terjadi.

Tanpa kebangkitan, kekristenan tidak pernah terjadi, para murid hanya melihat Yesus sebagai guru yang baik dan tidak akan pernah percaya bahwa Yesus adalah mesias.

Kebangkitan adalah fakta penting, karena kebangkitan menggenapkan keselamatan kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa, dan sebagai akibatnya menyelamatkan kita dari kematian.

Kebangkitan juga membuat perbedaan yang tajam antara Yesus dengan semua pendiri agama. Tulang-tulang dari semua pendiri agama, selain Yesus, masih berada di bumi, tetapi kubur Yesus kosong.

Dampak dari kebangkitan, besar. Hidup menjadi memiliki harapan, kehidupan lebih berkuasa daripada kematian, kehidupan pada akhirnya menang.
Tuhan telah menyentuh kita di sini, Tuhan telah mengalahkan kematian, musuh terakhir kita.

Kebangkitan telah mengubah  hidup para murid sebelum dan sesudah kebangkitan. Sebelum melihat kebangkitan, mereka lari, menyangkal Gurunya. Mereka berkumpul dan bersembunyi dalam ketakutan dan kebingungan. Setelah melihat kebangkitan, mereka diubah dari ketakutan menjadi rasul yang berani dan percaya diri, menjadi penginjil yang mempengaruhi dunia, bersedia mati martir dan bersukacita sebagai utusan Kristus.

Kepada siapakah Saudara mempercayakan hidupmu? Apakah yang engkau percayai mempunyai kuasa kebangkitan? Apakah yang engkau percayai mempunyai kuasa terhadap kematian?

Jika engkau belum mempercayai Yesus, percayakan hidupmu sekarang juga kepada Yesus yang telah bangkit dan mengalahkan kuasa kematian.
Jika engkau mau percaya kepada Yesus, kematian bukan hal yang menakutkan Saudara lagi dan kebangkitan maupun hidup yang kekal akan Saudara terima. Maukah Saudara?

Sumber:
Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas Nelson Publisher
 
Support : Design Website | GBTKAOKRB | Raid Indra W
Copyright © 2011. SAHABAT DOA KRISTEN - RPL
Design Template By Creating Website Published by Raid Indra Wendi
Telp +62812 7554 8893