Headlines News :
Home » » Renungan - KESEMBUHAN DAN PEMULIHAN DIDALAM TUHAN (Peduli dan Melayani dengan Hati)

Renungan - KESEMBUHAN DAN PEMULIHAN DIDALAM TUHAN (Peduli dan Melayani dengan Hati)

Written By Raid Indra Wendi on Minggu, 28 April 2013 | Minggu, April 28, 2013

Renungan : KESEMBUHAN DAN PEMULIHAN DIDALAM TUHAN
(Peduli dan Melayani dengan Hati)


" SESUDAH itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?". Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku". Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah". Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. "
(YOHANES 5 : 1-9)


Sahabatku yang terkasih dalam Keluarga Kasih Kristus, jikalau kita berbicara tentang sebuah kesembuhan, maka kebanyakan orang akan mempunyai pemikiran bahwa itu hanya untuk orang yang sakit secara jasmani saja. Namun yang dimaksudkan Tuhan bukan hanya sebatas akan hal itu, melainkan juga untuk semua yang mengalami penderitaan dan kesukaran dalam bentuk apapun, baik kesembuhan dalam hal luka batin, kepahitan, stress, trauma, perpecahan dalam keluarga, luka hati, kemarahan, keputusasaan, kekecewaan, hubungan anak dengan orang tua yang tidak baik, maupun kesembuhan akan harapan masa depan.

Di dalam bacaan Firman Tuhan diatas tentang seorang yang menderita lumpuh selama 38 tahun, kita semuanya mengetahui bahwa hidupnya pastilah bergantung dari belas kasihan orang lain, karena ia merasa ketidakmampuannya untuk dapat bergerak. Satu hal yang orang lumpuh tersebut yakini dalam kehidupannya adalah bahwa dia merasa tidak mungkin sembuh dari penyakitnya, karena tidak ada yang bersedia mengangkat dirinya ke kolam.

" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku. "
(YOHANES 5 : 7)


Kesalahan yang dibuat orang lumpuh tersebut adalah ketika dia hanya mengharapkan bantuan orang lain, supaya berbelas kasihan kepadanya dan bersedia mengangkatnya. Dan tentunya dengan tidak adanya pengharapan dalam diri orang lumpuh tersebut, akan semakin membuat dia merasakan ketidakmampuan dalam kepribadiannya.

Sahabatku yang terkasih dalam Keluarga Kasih Kristus, bukankah kita juga sering melakukan hal yang sama seperti orang lumpuh tersebut dalam kehidupan kita..?? Ketika kita menderita sakit, kita sangat mengharapkan para dokter yang menangani memberikan pengobatan yang terbaik bagi kita. Apakah hal itu salah..?? Itu tidaklah salah, karena memang dokter dan para medis lainnya adalah perpanjangan dari Tangan Tuhan untuk menyembuhkan suatu penyakit kita. Akan tetapi hal itu belumlah cukup dan lengkap sebagai anak-anak Tuhan, karena pertama kali yang harus kita lakukan adalah tetap berharap dan percaya penuh kepada Tuhan sebagai DOKTER dari segala dokter dan TABIB dari segala tabib, yang dapat menyembuhkan penyakit kita.

Dan bukankah pada saat kita menghadapi luka hati, kekecewaan, putus asa, kepahitan, luka batin, trauma, stress, kemarahan, perpecahan dalam hubungan rumah tangga, bergereja, maupun bermasyarakat, banyak juga dari kita yang langsung mencari teman, sahabat, maupun relasi, untuk kita dapat berbagi cerita dengannya..?? Apakah hal tersebut juga salah..?? Itu tidaklah salah, karena dengan menceritakan kesusahan kita kepada orang lain akan membuat kita lega dan meringankan beban kita. Namun sekarang pertanyaannya adalah :
" Apakah disaat kita mempunyai suatu pergumulan masalah, kita sudah menceritakannya terlebih dahulu kepada Tuhan..?? ". Jawab dalam hati kepada Tuhan langsung saja ya rekan-rekan.
^_^

Seberapa besar usaha kita mencari orang lain sebagai tempat curhatan akan masalah yang kita alami, itu hanya akan meringankan beban kita saja. Dan tetaplah Tuhan yang berdaulat menyelesaikannya. Maka dari itu, yang kita butuhkan adalah tetap mencari Wajah Tuhan dan melibatkan-NYA dalam setiap perkara di kehidupan kita (Coram Deo).

" Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. "
(2 TAWARIKH 20 : 3a)


Apakah dalam hal ini Yosafat belum mengenal Tuhan..?? Yosafat sudah mengenal Tuhan dan ia senantiasa membutuhkan pertolongan Tuhan. Yosafat tidak mungkin meminta pertolongan orang lain terlebih dahulu, karena ia tahu hanya Tuhan yang dapat menolong hidupnya, keluarganya, kerajaannya, dan juga rakyatnya. Yosafat memilih untuk datang kepada Tuhan pertama kali, karena ia tahu hanya Tuhan yang sanggup memulihkan, memberi kekuatan, memberi kemenangan, dan juga kesembuhan baginya.

Begitu juga dengan setiap kita, Tuhan menawarkan kepada kita sebuah kesembuhan atas semua penderitaan dan kesusahan yang kita alami dalam kehidupan. DIA menginginkan kita untuk melibatkan-NYA dan DIA juga yang akan menyelesaikannya. Bersediakah saudara dan saudari semuanya menempatkan Tuhan sebagai Prioritas Utama dan Pengusa Tunggal Hidup anda..??

Jadi, jangan pernah menaruh pikiran dan mengatakan bahwa penyakit kita tidak dapat disembuhkan. Jangan pernah pula menaruh pikiran dan mengatakan bahwa kekecewaan, keputusasaan, kepahitan, kemarahan, trauma, stress, luka hati, perpecahan, dan hubungan keluarga yang retak tidak dapat dipulihkan. Semuanya TUHAN SANGGUP MENYEMBUHKAN DAN MEMULIHKANNYA.

Perhatikan, 38 tahun lamanya orang lumpuh tersebut menderita, namun ketika ia berjumpa dengan Yesus, orang lumpuh tersebut mengalami mujizat-NYA. Apakah kita juga rindu mengalami mujizat Tuhan dalam setiap pergumulan kehidupan kita..?? Satu kuncinya : Carilah Tuhan dan Wajah-NYA, datanglah kepada-NYA didalam doa, Percaya serta libatkanlah Tuhan senantiasa dalam setiap perkara kehidupan saudara.

" TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. "
(BILANGAN 6 : 25-26)


Ketika kasih karunia Tuhan tercurah dalam kehidupan kita, maka kasih karunia itu memberi hidup dan membuat kita menjadi kuat dalam menghadapi terpaan badai kehidupan. Oleh sebab itu, carilah Tuhan dan percaya saja kepada-NYA, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk memberi kita kesembuhan serta pemulihan yang melimpah dengan kemenangan yang gilang gemilang didalam kehidupan. Amin.

" Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. "
(LUKAS 1 : 37)

Selamat mencari Tuhan serta melibatkan-NYA dalam pergumulan kita. Dan terimalah kesembuhan serta pemulihan atas penderitaan dan kesukaran dalam kehidupan saudara.
Share this post :

Poskan Komentar

 
Support : Design Website | GBTKAOKRB | Raid Indra W
Copyright © 2011. SAHABAT DOA KRISTEN - RPL
Design Template By Creating Website Published by Raid Indra Wendi
Telp +62812 7554 8893